Fokus
Fokus Mangrove di Kaledupa, Wakatobi, Sulawesi Tenggara © Nugroho Arif Prabowo

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) adalah organisasi nirlaba berbasis ilmiah yang hadir di Indonesia sejak 2014.

Mengangkat Sampan
Menara Pengintai In'am Fathoni, koordinator regional Palu, di atas menara pengintai 70 meter yang digunakan oleh organisasi konservasi untuk penelitian perubahan iklim dan kanopi hutan. © Bridget Besaw

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memberikan izin operasional kepada The Nature Conservancy (TNC) untuk melaksanakan program konservasi di Indonesia.

Sampan
Pria dan Sampan Seorang pria mendayung sampan di Taman Nasional Wakatobi, sebuah taman nasional laut di selatan Pulau Sulawesi, Indonesia © Deni Yulian

YKAN mulai berdiri dan disahkan di bawah hukum Republik Indonesia dengan landasan yang dibangun oleh TNC. Dalam melaksanakan konservasinya, YKAN menjalin kemitraan dengan pemerintah, sektor usaha, organisasi masyarakat, akademisi, dan komunitas lokal.

Hutan Kalimantan
Hutan Kalimantan Karakteristik hutan hujan tropis di seluruh dunia punya banyak kesamaan dalam komposisi tanah maupun iklim, tetapi di setiap wilayahnya memiliki spesies endemik yg berbeda © YKAN

Setelah bekerja di Indonesia selama hampir 30 tahun, pada tahun 2020 TNC memutuskan untuk menutup operasinya di Indonesia. Terhitung sejak Maret 2020, TNC sudah tidak lagi beroperasi di Indonesia dan seluruh pelaksanaan programnya diteruskan pelaksanaannya oleh YKAN sebagai mitra utama.

Filosofi Logo YKAN

Logo YKAN memadukan dua elemen utama alam semesta, yakni darat dan laut, yang merupakan dua program utama YKAN, Program Terestrial dan Program Kelautan.

logo ykan
Logo YKAN Logo baru Yayasan Konservasi Alam Nusantara. © YKAN

Warna hijau pada daun menjadi simbol terestrial yang terinspirasi dari pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) dan merupakan spesies pohon asli Indonesia. Dikenal sebagai jenis kayu premium, kayu dari pohon ulin memiliki kekuatan tinggi sehingga disebut juga pohon besi. Pohon ulin juga menjadi tempat favorit bagi orang utan untuk bersarang. Bagi suk...

Warna hijau pada daun menjadi simbol terestrial yang terinspirasi dari pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) dan merupakan spesies pohon asli Indonesia. Dikenal sebagai jenis kayu premium, kayu dari pohon ulin memiliki kekuatan tinggi sehingga disebut juga pohon besi. Pohon ulin juga menjadi tempat favorit bagi orang utan untuk bersarang. Bagi suku Dayak, masyarakat asli Kalimantan yang juga menjadi salah satu tempat kerja YKAN, pohon dipandang sebagai pelindung kehidupan.

Riak air berwarna biru mewakili unsur perairan, baik di daratan maupun di lautan. Air sebagai sumber kehidupan, riak gelombangnya memberi kehidupan di bawah laut maupun kehidupan di tepian.

YKAN hadir dengan semboyan “Untuk Indonesia Lestari” yang selaras dengan strategi YKAN dalam menjalankan misi konservasi, yakni melindungi alam, mendorong praktik berkelanjutan, mendorong kebijakan, dan mendukung pembiayaan inovatif.

Tampilkan selebihnya Tampilkan lebih singkat