Kawasan Mangrove Desa teluk Pambang
Keterangan Foto Hutan mangrove seluas 950 hektare di ujung timur Pulau Bengkalis, tepatnya di Desa Teluk Pambang. Desa ini merupakan desa dengan mangrove terluas di Pulau Bengkalis. © A Yoseph Wihartono/YKAN

Perspektif

Saatnya Komunitas Pegang Kendali dalam Upaya Pelestarian Mangrove

Oleh Aji W Anggoro, Blue Carbon Program Manager | 06 Agustus, 2025 | 3-membaca

Aji W Anggoro
Aji W Anggoro Blue Carbon Program Manager

Selengkapnya

Indonesia memegang tanggung jawab global dengan luas hutan mangrove yang mencapai 3,44 juta hektare. (Kemenhut – Peta Mangrove Nasional, 2024. Tak hanya menjadi negara dengan kawasan mangrove terbesar di dunia, Indonesia juga berada di garis terdepan upaya untuk menghadapi ketahanan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Baca juga: SIGAP Memberdayakan Desa-Desa Hutan

Ekosistem mangrove sendiri dikenal sebagai pelindung alami, menyerap energi gelombang, menyimpan karbon, dan menjadi tempat berkembang baik bagi ikan yang menjadi sumber pangan jutaan orang.

Keterangan Foto Burung madu kepala, salah satu spesies burung yang hidup di hutan mangrove. Pejantan madu kelapa memiliki corak warna hijau, ungu, dan coklat tua buram; sedangkan betina berwarna hijau zaitun dan kuning muda. © YKAN
Keterangan Foto Salah satu kegiatan terpenting dalam konservasi mangrove adalah patroli. Misalnya, Kelompok Pengelola Hutan Desa Teluk Pambang melakukan pengumpulan data terhadap mangrove yang ditebang oleh penebang liar. Data ini kemudian dipetakan untuk menganalisis pola dan menentukan area yang memerlukan pengawasan lebih ketat. © A Yoseph Wihartono/YKAN

Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan konservasi berbasis komunitas semakin banyak diterapkan sebagai model praktis untuk melibatkan masyarakat lokal dalam mengelola kawasan pesisir yang krusial ini, dan terbukti efektif.

Komunitas ataupun masyarakat lokal sering menjadi yang pertama menyadari perubahan lingkungan, merespons ancaman lokal, dan memiliki kepedulian paling besar terhadap masa depan ekosistem mereka. Namun, seiring meningkatnya skala dan kompleksitas upaya restorasi mangrove, semakin jelas bahwa keberlanjutan adalah kunci utama.

Baca selengkapnya: thejakartapost.com

Aji W Anggoro

Blue Carbon Program Manager

Tentang Aji W Anggoro