Perspektif

Abon Ikan: Lintas Karya Perempuan Limalas

Anjelina Mjam
Anjelina Mjam Ketua Kelompok Abon Koperasi Embun Raja Ampat Selatan. © YKAN

“Sumber daya alam yang dikelola secara baik dan berkelanjutan akan memberikan manfaat, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat”

- Anjelina Mjam

Kampung Limalas—yang terletak di Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua Barat—memiliki peranan penting untuk turut menjaga kelestarian kawasan konservasi perairan di wilayah ini. Jika terjadi aktivitas yang merusak wilayah perairan seperti penangkapan ikan dengan cara pengeboman dan pembiusan, akan memengaruhi kelestarian keanekaragaman hayati yang ada di dalam kawasan konservasi tersebut. 

Para ibu di Kampung Limalas telah membuktikan, kala perairan terjaga, bukan hal mustahil untuk dapat mereguk hasil dari pemanfaatan yang berkelanjutan. Dikelilingi sumber daya alam yang kaya, warga Limalas telah terlebih dulu terkenal sebagai penghasil minyak kelapa dan berkebun organik. Namun, sejak 2015, para perempuan yang tergabung dalam Koperasi Embun Raja Ampat Selatan melintas karya, mengembangkan abon ikan. 

Semua berawal dari keinginan ibu-ibu rumah tangga di Kampung Limalas untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan hasil dari mata pencaharian komunitasnya. Mendukung aspirasi ini, pada April 2015, anggota kelompok Koperasi Embun melakukan kunjungan belajar dengan kelompok perempuan di Makassar dan Bantaeng, Sulawesi Selatan, dalam rangka meningkatkan kapasitas mereka dalam mengembangkan produk olahan abon. 

Produksi Abon
Produksi Abon Kelompok embun sedang melakukan pengolahan abon ikan tenggiri dan bubara. © Nugroho Arif Prabowo/YKAN
Produksi Abon
Produksi Abon Kelompok embun sedang melakukan pengolahan abon ikan tenggiri dan bubara. © Nugroho Arif Prabowo/YKAN
Produksi Abon Kelompok embun sedang melakukan pengolahan abon ikan tenggiri dan bubara. © Nugroho Arif Prabowo/YKAN
Produksi Abon Kelompok embun sedang melakukan pengolahan abon ikan tenggiri dan bubara. © Nugroho Arif Prabowo/YKAN

Abon merupakan salah satu makanan yang sangat dikenal dan digemari bagi banyak masyarakat Indonesia. Olahan abon dari bahan bakunya, seperti ikan, tidak hanya menambahkan cita rasa, namun juga menambah daya jual hasil produknya. 

Berbekal informasi dari pengalaman tersebut, mereka bahu-membahu mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk abon ikan. Ikan tenggiri dan ikan bubara dipilih sebagai bahan baku abon karena merupakan ikan tangkapan terbanyak di perairan Misool dan memiliki tekstur yang cocok untuk bahan abon. 

Model bisnis produksi abon kelompok ibu-ibu Kampung Limalas mengikuti prinsip keberlanjutan. Selain memaksimalkan pemanfaatan hasil tangkapan, kelompok ini hanya akan menggunakan bahan baku yang diperoleh secara bijak. Bersama dengan Koperasi Embun, kelompok ini mendeklarasikan sembilan kesepakatan yang mendukung konservasi alam dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. Salah satu kesepakatannya menekankan bahwa bahan baku produk perikanan harus didapatkan dengan menggunakan alat yang ramah lingkungan dan tidak merusak. 

Tidak hanya melestarikan alam, hasil produksi abon juga memberikan manfaat ekonomi terhadap masyarakat lokal. “Kegiatan pengolahan abon ikan ini sangat membantu dalam meningkatkan potensi ekonomi masyarakat di sini,” ujar Anjelina Mjam, Ketua Kelompok Abon Koperasi Embun Raja Ampat Selatan. 

Ketua Kelompok Abon Koperasi Embun Raja Ampat Selatan.
Anjelina Mjam Ketua Kelompok Abon Koperasi Embun Raja Ampat Selatan. © Nugroho Arif Prabowo/YKAN

Melalui kreasi para Mama di Kampung Limalas, hasil tangkapan ikan tidak hanya dimaksimalkan manfaatnya, namun juga menjadi upaya menjaga kawasan yang ada di sekitar mereka, melalui aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Semangat perempuan-perempuan inspiratif ini berhasil mengawinkan kelestarian alam dan kesejahteraan ekonomi demi generasi masa depan.