Sains Kami

Crew-Operated Data Recording System (CODRS)

kakap merah
Nelayan menggunaan CODRS Crew-Operated Data Recording System (Sistem Perekaman Data yang Dioperasikan Kru Kapal) © YKAN

Tantangan pengelolaan perikanan adalah minimnya informasi mengenai stok perikanan.

Seringkali kita tidak mengetahui jenis ikan apa, di mana, dan berapa banyak yang ditangkap. YKAN menggunakan metode Crew Operated Data Systems (CODRS) untuk memperoleh data yang dibutuhkan.

Nelayan dan Kakap
pendataan perikanan
Pengukuran Hasil Tangkapan Ikan yang ditangkap oleh para nelayan mitra YKAN akna diletakkan pada papan ukur kemudian di foto untuk diketahui ukuran panjang jenisnya.

Untuk itu YKAN mengembangkan metode dan teknologi pengumpulan data perikanan yang disebut Crew Operated Data Recording Systems (CODRS). CODRS adalah sistem pendataan yang dioperasikan oleh para nelayan mitra YKAN. Ikan yang ditangkap oleh nelayan akan diletakkan pada papan ukur, kemudian difoto untuk diketahui ukuran panjang dan jenisnya. Foto-foto tersebut kemudian diserahkan kepada enumerator lapangan untuk diidentifikasi jenis dan pengukuran panjang ikan. Setelah itu, verifikasi akan dilakukan oleh enumerator lainnya untuk memastikan bahwa data telah diproses dengan benar. Data kemudian disimpan dalam sebuah basis data.

Di samping itu, kapal penangkap ikan milik nelayan juga dapat dilacak dengan menggunakan GPS untuk menunjukkan lokasi ikan tersebut ditangkap. Selain mendata hasil tangkapan kakap dan kerapu, CODRS juga mendata tangkapan sampingan (bycatch) hiu dan pari. Hasil pendataan tahun 2019 berhasil mengidentifikasi 1.742 individu, 59% diantaranya menurut IUCN Red List berstatus hampir terancam, 9% terancam, 8% rentan, dan 3% kritis.

YKAN mengembangkan metode dan teknologi pengumpulan data perikanan yang disebut Crew Operated Data Recording Systems (CODRS) untuk menjawab tantangan minimnya informasi stok perikanan.