Kristina Hay, Menjaga Nyala Waifuna untuk Laut Raja Ampat
©
Waifuna, Raja Ampat
Kristina Hay melanjutkan tradisi sasi di Kapatcol, menjaga laut Raja Ampat tetap lestari
Biografi
Di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, tradisi sasi bukan sekadar aturan adat. Sasi adalah cara masyarakat menjaga laut agar tetap memberi kehidupan bagi generasi berikutnya. Di tengah warisan itu, nama Kristina Hay hadir sebagai salah satu generasi muda yang melanjutkan jejak Kelompok Perempuan Waifuna, kelompok perempuan yang sejak 2010 membuktikan bahwa perempuan juga mampu memimpin pengelolaan wilayah sasi laut.
Kristina tumbuh dengan menyaksikan bagaimana mendiang Betsina Hay bersama Almina Kacili memperjuangkan hak perempuan untuk mengelola wilayah sasi. Perjuangan itu tidak hanya mengubah pandangan masyarakat, tetapi juga melahirkan sistem pengelolaan laut yang memberi manfaat bagi seluruh kampung. Dari hasil buka sasi, masyarakat dapat mendukung pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan sosial di Kapatcol.
Kini, sebagai bagian dari kepengurusan Waifuna, Kristina turut mengemban tanggung jawab menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus menyiapkan regenerasi agar semangat konservasi terus berlanjut.
Selain berperan dalam pengelolaan kelompok, Kristina aktif mengikuti kegiatan buka sasi dan menyelam bebas (free diving) untuk memanen hasil sesuai aturan. Baginya, sasi mengajarkan kesabaran, disiplin dalam menaati aturan, rasa syukur atas karunia yang diberikan, serta tanggung jawab untuk mengambil secukupnya agar kekayaan laut tetap lestari bagi generasi berikutnya.
"Saya bangga bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis mama-mama di kelompok Waifuna. Laut ini adalah warisan kami. Kalau kami menjaganya hari ini, anak cucu kami juga masih bisa merasakan hasilnya," ujar Kristina.
Semangat Kristina menjadi gambaran bahwa Waifuna bukan hanya tentang masa lalu, melainkan tentang masa depan. Dengan pendampingan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan para mitra yang memadukan kearifan adat serta pendekatan ilmiah dalam pengelolaan sasi, generasi muda memiliki bekal untuk menjaga laut secara berkelanjutan.
Di pundak Kristina dan anak-anak muda Kapatcol lainnya, angin perubahan yang dahulu ditiupkan Betsina Hay dan Almina Kacili terus berembus, memastikan tradisi sasi tetap hidup dan kekayaan laut Raja Ampat tetap lestari untuk generasi mendatang.