Siaran Pers

Pelatihan Tematik Pejuang SIGAP Sejahtera: Bangun Kampung Mandiri dan Lestari Berbasis Potensi Lokal

Pelatihan SIGAP Sejahtera
Keterangan Foto Pejuang SIGAP akan mendampingi kampung untuk menggali dan meningkatkan potensi daerah mereka. © YKAN

Kontak Media

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Yayasan Lingkar Rakyat Nusantara (YALIRA), dan Yayasan Nastari menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Tematik Pejuang SIGAP Sejahtera di Tanjung Redeb, Berau pada 3 – 6 November 2025. 

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas para Pejuang SIGAP Sejahtera (PSS), sebagai fasilitator lapangan yang menjadi garda terdepan dalam pendampingan masyarakat kampung. Dengan mengusung pendekatan Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (SIGAP), pelatihan menekankan pentingnya partisipasi warga dalam merancang dan melaksanakan pembangunan berbasis potensi lokal, khususnya sektor unggulan seperti kakao, pertanian berkelanjutan, dan pariwisata desa. 

Keterangan Foto Kakao menjadi salah satu komoditas lokal yang berpotensi untuk dikembangkan. © YKAN

Pendekatan SIGAP yang dikembangkan oleh YKAN menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Melalui tujuh tahap 7D (Disclosure, Define, Discover, Dream, Design, Deliver, dan Drive), SIGAP membangun proses perubahan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan memastikan keseimbangan antara kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan. 

Dalam sambutannya, Kepala DPMK Kabupaten Berau Tentrem Rahayu menyampaikan, pelatihan ini sejalan dengan arah kebijakan tematik pembangunan kampung yang berbasis potensi lokal. “Tematik tidak boleh hanya di atas kertas, tetapi harus menyesuaikan dengan potensi nyata di lapangan. Ke depan, PSS diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah yang mampu memfasilitasi kolaborasi antar-kampung dan memastikan setiap kegiatan kampung mendukung efisiensi serta keberlanjutan pembangunan,” ujar Tentrem Rahayu. 

Kegiatan pelatihan kali ini menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kampung melalui komoditas, salah satunya kakao sebagai potensi unggulan Berau. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim (2021), luas tanaman kakao di Kalimantan Timur mencapai ±6.883 hektar, dengan produksi sekitar 2.537 ton per tahun. Di Kabupaten Berau, terdapat ±1.677 hektar lahan kakao dengan produktivitas rata-rata 550 kg/ha, masih jauh dari potensi ideal 1,5–2 ton/ha. 

Keterangan Foto DPMK Berau gandeng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan mitra pembangunan lain menyelenggarakan Pelatihan Tematik Pejuang SIGAP Sejahtera. © YKAN

Menurut Hamzah Nasir, Direktur Yayasan Lingkar Rakyat Nusantara (YALIRA), penguatan tematik seperti kakao menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan. “Pendampingan SIGAP di tiap kampung diarahkan pada tema-tema unggulan yang sesuai dengan potensi lokal untuk menyejahterakan ekonomi warga. Tahun 2025, kami berharap Pejuang SIGAP bukan lagi eksekutor utama, melainkan fasilitator yang membangun kolaborasi agar kampung mampu mandiri dan tidak bergantung pada bantuan luar,” sebut Hamzah.

Pelatihan ini melibatkan 50 peserta, terdiri atas 45 fasilitator kampung dan 5 koordinator kecamatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang prinsip SIGAP, kebijakan daerah terkait pembangunan desa dan pengembangan komoditas, hingga praktik lapangan Good Agricultural Practices (GAP) untuk kakao. 

Keterangan Foto Pejuang SIGAP akan mendampingi kampung untuk menggali dan meningkatkan potensi daerah mereka. © YKAN

Dalam kesempatan yang sama, Gunawan Wibisono, Policy and External Affairs Senior Specialist YKAN menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar kegiatan pelatihan bagi Pejuang SIGAP tahun ini bisa terus bermanfaat bagi masyarakat setempat. "Berau memiliki potensi luar biasa dari hutan tropis basah hingga pesisir segitiga karang dunia. Maka tidak ada alasan untuk tidak berkontribusi memaksimalkan potensi ini. Harapannya, Pejuang SIGAP mampu menggerakkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi desa dan kelestarian alam yang menjadi identitas Berau,” sebutnya.

Pelatihan ini juga menjadi wadah refleksi dan pembelajaran bersama antar-lembaga. Dengan metode andragogi dan partisipatif, peserta diajak berdialog, berlatih, dan menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di kampung-kampung dampingan masing-masing. Melalui pelatihan ini Pemerintah Kabupaten Berau dan mitra berharap terwujud kampung yang mandiri, sejahtera, dan lestari di mana warga menjadi pelaku utama pembangunan dengan semangat kolaborasi dan kemandirian yang tumbuh dari akar komunitas.

Tentang YKAN

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) adalah organisasi nirlaba berbasis ilmiah yang hadir di Indonesia sejak 2014. Memiliki misi melindungi wilayah daratan dan perairan sebagai sistem penyangga kehidupan, kami memberikan solusi inovatif demi mewujudkan keselarasan alam dan manusia melalui tata kelola sumber daya alam yang efektif, mengedepankan pendekatan nonkonfrontatif, serta membangun jaringan kemitraan dengan seluruh pihak kepentingan untuk Indonesia yang lestari. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi ykan.or.id.