Kontak Media
-
Meita Annissa
Public Communications Manager YKAN
Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Email: meita.annissa@ykan.or.id
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan organisasi nirlaba lingkungan, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama, yang bertujuan mendorong pengelolaan hutan secara berkelanjutan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada 20 Februari 2026 lalu itu, merupakan upaya untuk mendukung pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) – Hutan Alam dalam mengelola kawasan hutan alam produksi yang lebih baik secara berkelanjutan, dan mampu berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Kaharuddin, S.Hut., M.Si., menyampaikan, kemitraan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempertemukan keahlian akademisi dengan pengalaman praktis di lapangan. “Kolaborasi ini penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan hutan yang semakin kompleks. Tidak hanya terkait aspek teknis, tetapi juga menjadi jembatan dalam mendorong perubahan regulasi di sektor kehutanan,” ujarnya.
Sementara itu Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto menambahkan, kemitraan dengan UGM menjadi langkah krusial untuk memperkuat dukungan terhadap para pemegang PBPH, khususnya dalam memastikan praktik pengelolaan hutan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Menurutnya, sinergi antara riset akademik dan praktik konservasi di lapangan mampu menjawab kebutuhan sektor kehutanan saat ini. “UGM memiliki kekuatan akademik dan riset yang luar biasa, sementara YKAN membawa pengalaman dan rekam jejak memberikan dukungan teknis kepada para mitra PBPH di Kalimantan selama lebih dari dua dekade. Kolaborasi ini akan memperkuat kapasitas mereka dalam mengelola hutan secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Herlina.
Sebelumnya, sebagai bagian dari implementasi kerja sama, UGM dan YKAN juga menyusun kurikulum serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk memastikan kegiatan akademik selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Dalam kesempatan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut, turut disampaikan paparan mengenai Program Terestrial YKAN oleh Direktur Program Terestrial YKAN, Ruslandi, serta paparan tentang program Multi Usaha Kehutanan (MUK) Skala Lanskap “Bentala Kalimantan” oleh Direktur Kemitraan Konservasi, Arief Perkasa. Paparan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi kolaborasi UGM–YKAN ke depan, termasuk peluang dukungan riset, peningkatan kapasitas, dan pengembangan praktik pengelolaan hutan berkelanjutan yang sejalan dengan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebagai tindak lanjut, UGM dan YKAN akan menyusun dan menjalankan berbagai kegiatan kolaboratif yang terencana dan terukur. Kerja sama ini juga dilengkapi mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan.
Kemitraan strategis ini diharapkan memberi dampak positif bagi masa depan pengelolaan hutan dan sumber daya alam di Indonesia. Lewat pendekatan berbasis sains, pembelajaran, dan kolaborasi multipihak, kerja sama ini menjadi langkah penting menuju praktik kehutanan yang lebih lestari.
Tentang YKAN
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) adalah organisasi nirlaba berbasis ilmiah yang hadir di Indonesia sejak 2014. Memiliki misi melindungi wilayah daratan dan perairan sebagai sistem penyangga kehidupan, kami memberikan solusi inovatif demi mewujudkan keselarasan alam dan manusia melalui tata kelola sumber daya alam yang efektif, mengedepankan pendekatan nonkonfrontatif, serta membangun jaringan kemitraan dengan seluruh pihak kepentingan untuk Indonesia yang lestari. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi ykan.or.id.