Menjaga Gambut di Tengah Ancaman El Nino
Oleh Nisa Novita, Peatland Strategic Lead | 22 Juni, 2026 | 2-menit membaca
Setiap 22 Mei, dunia memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional. Peringatan ini bukan sekadar ajakan untuk melindungi satwa dan tumbuhan, tetapi menjadi pengingat bahwa kehidupan di bumi bergantung pada keberlanjutan ekosistem yang menjadi rumah bagi berbagai spesies.
Baca juga: Mendukung Perekonomian Masyarakat Sekaligus Pelestarian Kawasan Pesisir
Salah satu ekosistem yang memiliki peran besar namun masih sering terabaikan adalah lahan gambut. Ekosistem ini menyimpan karbon dalam jumlah sangat besar, bahkan melebihi total simpanan karbon seluruh vegetasi hutan dunia. Gambut juga berperan sebagai pengatur tata air, penyangga kehidupan masyarakat lokal, sekaligus habitat bagi berbagai spesies unik dan langka.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan bentang lahan gambut tropis terbesar di dunia. Namun, kekayaan ekologis tersebut menghadapi tekanan serius akibat pengeringan, perubahan fungsi lahan, serta kebakaran yang berulang. Ancaman ini semakin kompleks ketika perubahan iklim menghadirkan kondisi cuaca ekstrem yang lebih sering terjadi.
Gambut bukan sekadar hamparan tanah basah. Ia adalah sistem kehidupan yang membutuhkan pemahaman ilmiah, tata kelola yang kuat, dan kebijakan yang konsisten. Ingin mengetahui lebih dalam tentang tantangan dan solusi masa depan ekosistem gambut di Indonesia? Baca selengkapnya di sini.