Bentala Kalimantan
Apa itu Bentala Kalimantan?
Latar Belakang
Kalimantan sebagai pulau terbesar ketiga di dunia memiliki 6% keanekaragaman hayati dunia di dalamnya. Luas hutan di Kalimantan mencapai sekitar 31,10 juta hektare, yang merupakan 30,3% dari total luas tutupan hutan Indonesia. Hutan hujan Kalimantan merupakan salah satu yang tertua di dunia dan menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar. Hutan Kalimantan memainkan peran kunci dalam mitigasi perubahan iklim dan menjadi rumah bagi ribuan spesies paling ikonik di dunia, seperti Orang Utan. Lebih dari 50% areal hutan di Kalimantan dialokasikan untuk hutan produksi.
Pengelolaan hutan produksi secara lestari menjadi kunci untuk kesejahteraan jangka panjang yang dapat juga membawa pengaruh positif pada keberlangsungan kehidupan keanekaragaman hayati didalamnya.
Strategi Kami
Bentala Kalimantan, merupakan sebuah inisiatif untuk menguatkan komitmen YKAN pada misi penyelamatan ekosistem hutan hujan tropis dunia yang masih tersisa. Pendekatan yang diterapkan adalah melalui praktek pengelolaan hutan produksi berbasis konservasi.
Wilayah program saat ini di area lanskap Wehea Kelay, Kalimantan Timur, yang diperluas hingga mencapai 1,2 juta hektare.
Inisiatif yang diterapkan Bentala Kalimantan:
-
Pembagian alokasi lahan untuk konsesi & konservasi,
-
Penerapan praktik penebangan ramah lingkungan,
-
Pelibatan masyarakat setempat dalam program multi usaha dan perlindungan wilayah,
-
Memperkuat kemitraan untuk meningkatkan nilai ekonomis.
-
Membangun model operasional yang dapat diadopsi dan diperluas.
Tujuan Program
Program Bentala Kalimantan menjadi bagian dari komitmen YKAN bersama mitra dalam mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Pemerintah Indonesia:
-
Berkontribusi pada penurunan emisi karbon sebesar 40% pada tahun 2030.
-
Berkontribusi pada Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia dalam menjaga dan meningkatkan keanekaragaman hayati khususnya di Wehea, Kaltim.