Peserta workshop KKP x YKAN
Keterangan Foto Peserta pertemuan koordinasi dari KKP, BRIN dan YKAN pada 5 Februrari 2026. © Adia Puja/YKAN

Perspektif

Kolaborasi KKP, BRIN dan YKAN mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan

Oleh Sally Kailola, Head of Creative Communication | 31 Maret, 2026 | 3-menit membaca

Sally Kailola
Sally Kailola Head of Creative Communication

Selengkapnya

Kekayaan laut Indonesia, khususnya sektor perikanan, telah menopang perekonomian dan penghidupan masyarakat. Pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya perikanannya dan ketahanan pangan masyarakat dunia.

Baca juga : Menjalin Kemitraan Mendukung Pengelolaan Lanskap Kayan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia menangani hal ini secara serius. Pemerintah membagi wilayah perairan Indonesia ke dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).  Untuk mendukung pengelolaan wilayah-wilayah ini, pada Juni 2023 yang lalu, KKP  memperkenalkan Tuna Harvest Strategy, yakni suatu terobosan pengelolaan perikanan berbasis sains di WPPNRI, khususnya di wilayah 713, 714, 715.  

alam bawah laut indonesia penuh dengan kekayaan sumber daya ikan
Keterangan Foto Kekayaan sumber daya perikanan Indonesia. © YKAN

Strategi ini mencakup tiga langkah utama, yakni pembatasan pemanfaatan rumpon untuk mengendalikan intensitas penangkapan terutama bagi juvenile tuna, penutupan sementara wilayah penangkapan di Laut Banda yang merupakan area penting untuk pemijahan tuna, serta penurunan produksi tuna secara bertahap sebagai tindakan pemulihan stok dan menjaga sumber daya. Strategi ini sejalan dengan penerapan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023.

Untuk mendukung pelaksanaan Tuna Harvest Strategy tersebut,  KKP, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bekerja sama. Kerja sama ketiga lembaga ini akan menghasilkan rencana mekanisme pengawasan implementasi Tuna Harvest Strategy serta rekomendasi pengawasan rumpon, penutupan area, dan penerapan kuota penangkapan yang tepat. Pada 5 Februari yang lalu, ketiga lembaga ini bertemu dalam rapat koordinasi untuk merampungkan petunjuk teknis (juknis) pengawasan Tuna Harvest Strategy.  

Kolaborasi kkp dengan YKAN
Kolaborasi kkp dengan YKAN
Keterangan Foto Proses diskusi antar lembaga KKP, BRIN dan YKAN merumuskan Juknis pengawasan Tuna Harvest Strategy. © Adia Puja/YKAN

Dalam pertemuan tersebut, BRIN  memastikan juknis yang disusun akan memperkuat sistem Monitoring, Controlling, and Surveillance-Enforcement (MCS-E).  Sementara YKAN  memastikan teknologi yang diterapkan cukup mudah untuk dapat digunakan oleh nelayan, serta memastikan kebijakan yang dibuat nantinya dapat disosialisasikan secara langsung di lapangan. Selanjutnya pihak KKP akan memastikan bahwa hasil pertemuan ini  akan menjadi dasar penyusunan petunjuk teknis pengawasan yang akan diterapkan secara nasional.

Sally Kailola

Head of Creative Communication

Tentang Sally Kailola