“Model Pengembangan Teknologi Konservasi Laut” – Global Ocean Innovation Challenge
Oleh Sally Kailola, Head of Creative Communication | 07 January, 2026 | 3-menit membaca
Jika kita berada di tepi pantai, memandang jauh ke laut lepas, selain pemandangan biru bergelombang yang menakjubkan, apakah juga terlintas pertanyaan seberapa banyak sumber daya di dalamnya dan bagaimana mengelolanya?
Baca juga: Bagian 1: Pelatihan Kelompok Perempuan - Perjalanan Menuju Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
Sebuah inisiatif global yang bernama Global Ocean Innovation Challenge diluncurkan oleh The Nature Conservancy/TNC pada pertengahan tahun 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk menstimulasi ide-ide dari para inovator untuk merancang teknologi yang akan menutup kesenjangan informasi yang selama ini menjadi hambatan utama dalam konservasi laut. Indonesia yang menjadi rumah bagi 75% spesies terumbu karang dunia dan sumber pangan jutaan orang, menjadi pusat uji coba pertama.
YKAN bersama mitranya TNC, menindaklanjuti konsep ini dengan menyelenggarakan Lokakarya Global Ocean Innovation Challenge perdana pada 27–29 Oktober 2025 di Bali. Forum ini mempertemukan peserta dari lembaga pemerintah, LSM, rintisan (startup), komunitas pesisir, dan mitra swasta untuk merancang solusi teknologi untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi laut yang efektif dan pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Firdaus Agung, Direktur Konservasi Ekosistem Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP menyampaikan dukungannya terhadap Global Ocean Innovation Challenge, dan berharap agar inovasi yang dihasilkan dapat menjembatani kebijakan dengan implementasi di lapangan. “Inisiatif Global Ocean Innovation Challenge ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat memperkuat efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut, sejalan dengan visi 30x45. Ini langkah penting menuju target perlindungan 97,5 juta hektare kawasan laut pada tahun 2045,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Amehr Hakim, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama kolaborasi dan keselarasan Global Ocean Innovation Challenge adalah program pengembangan ocean monitoring system yang tengah dilakukan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pemantauan kondisi ekosistem laut.
Kita masih memiliki harapan untuk laut kita. Karena, inisiatif Global Ocean Innovation Challenge ini berupaya mempercepat skala dan solusi konservasi terhadap tantangan pengelolaan kawasan konservasi perairan seperti penangkapan ikan berlebih, kurangnya data pengelolaan, degradasi habitat laut, serta penurunan ketahanan pesisir. Integrasi teknologi diharapkan dapat menutup kesenjangan data dan meningkatkan kapasitas pemantauan serta penegakan hukum di lapangan, khususnya di kawasan konservasi dan sektor perikanan skala kecil.