Gerombolan Ikan
Keterangan Foto Gerombolan ikan berenang rapat di antara terumbu karang yang sehat di perairan Papua Barat. © Awaludinnoer/YKAN

Perspektif

Mengubah Ketidakpastian Menjadi Aksi: Menemukan Jalur Pengelolaan Berkelanjutan bagi Perikanan Indonesia yang Minim Data

Oleh Sally Kailola, Head of Creative Communication | 10 September, 2026 | 3-menit membaca

Sally Kailola
Sally Kailola Head of Creative Communication

More

Bagaimana mengelola perikanan secara berkelanjutan ketika data yang tersedia sangat terbatas? Pertanyaan inilah yang menjadi titik awal sebuah studi yang dilakukan oleh sejumlah saintis YKAN bersama para mitranya.

Baca juga: Komitmen bersama perusahaan konsesi dalam konservasi sumber daya hutan

Di banyak wilayah perikanan tropis, termasuk Indonesia, pengelolaan sumber daya ikan sering kali harus dilakukan di tengah ketidakpastian. Informasi tentang kondisi stok ikan belum selalu lengkap, sementara metode penilaian yang tersedia kerap membutuhkan data yang sulit diperoleh. Kondisi ini membuat pengambilan keputusan menjadi tantangan tersendiri. Namun, menunggu data yang sempurna bukanlah sebuah pilihan, terutama ketika tekanan terhadap sumber daya perikanan terus meningkat.

 

Hasil tangkap Nelayan
Keterangan Foto Hasil tangkap nelayan di perairan Papua Barat. © YKAN
Nelayan Papua Barat
Keterangan Foto Kakap merah segar, hasil tangkap nelayan perairan Papua Barat. © YKAN

Untuk menjawab tantangan tersebut, YKAN dan mitra mengembangkan sebuah pendekatan inovatif yang memadukan berbagai metode pengelolaan perikanan berbasis informasi terbatas dengan analisis sensitivitas data. Pendekatan ini memungkinkan para peneliti menyusun beragam skenario pengelolaan yang realistis, sekaligus memahami tingkat ketidakpastian yang menyertainya. Tidak hanya melihat kondisi biologis stok ikan, studi ini juga mempertimbangkan berbagai trade-off bio-ekonomi yang perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan.

Pendekatan tersebut kemudian diterapkan pada perikanan ikan demersal komersial di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Tim peneliti menghitung berbagai indikator penting, mulai dari tingkat mortalitas penangkapan dan biomassa stok ikan, hingga proyeksi hasil tangkapan, waktu pemulihan stok, keuntungan ekonomi, serta dampaknya terhadap ketahanan gizi masyarakat. Seluruh indikator ini dianalisis berdasarkan lima titik acuan pengelolaan yang berbeda dan dibandingkan dengan kondisi pengelolaan saat ini atau status quo.

Hasilnya memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi perikanan yang ada saat ini. Analisis menunjukkan bahwa biomassa beberapa spesies penting telah berada di bawah batas yang direkomendasikan untuk keberlanjutan. Pada saat yang sama, tingkat penangkapannya masih melampaui target pengelolaan yang seharusnya. Situasi ini mengindikasikan adanya tekanan yang cukup besar terhadap sumber daya ikan.

Bukan sekadar hasil tangkapan Nelayan mengukur dan memotret ikan dengan metode Crew Operated Data Recording Systems (CODRS) untuk menjaga keberlanjutan perairan Indonesia. © YKAN

Salah satu temuan paling penting dalam studi ini berkaitan dengan Lutjanus malabaricus atau kakap merah, yang merupakan spesies target utama sekaligus penyumbang terbesar hasil tangkapan. Menurunnya biomassa spesies ini, yang diperparah oleh tingginya tekanan penangkapan, menjadi faktor utama yang mendorong perikanan menuju kondisi yang diperkirakan merugi secara ekonomi apabila praktik pengelolaan saat ini terus dipertahankan.

Meski demikian, studi ini tidak berhenti pada identifikasi masalah. Sebaliknya, hasil kajian ini menghadirkan berbagai pilihan kebijakan pengelolaan beserta konsekuensi dan manfaat dari masing-masing opsi. Dengan memahami dampak setiap skenario, para pengambil keputusan dapat menentukan langkah yang paling sesuai untuk mencapai keseimbangan antara keberlanjutan sumber daya perikanan, kesejahteraan ekonomi pelaku usaha dan nelayan, serta kontribusinya terhadap ketahanan gizi masyarakat.

Pada akhirnya, studi ini menunjukkan bahwa meskipun keterbatasan data sering menjadi hambatan dalam pengelolaan perikanan tropis, keputusan yang lebih baik tetap dapat diambil melalui pendekatan ilmiah yang adaptif, transparan, dan mempertimbangkan berbagai tingkat ketidakpastian. Dengan demikian, pengelolaan perikanan tidak lagi sekadar merespons kondisi saat ini, tetapi juga menjadi investasi bagi keberlanjutan sumber daya laut Indonesia di masa depan.

Sally Kailola

Head of Creative Communication

More About Sally Kailola