Pembuatan jamu di REX
Keterangan Foto Belajar membuat jamu bersama Djamoe Workshop salah satu sesi REX. © YKAN

Perspektif

Perjalanan Perempuan Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Segitiga Terumbu Karang

Part 3 | Mengenal Kearifan Lokal: Perempuan Dari Segitiga Terumbu Karang

Oleh Sally Kailola, Head of Creative Communication | 29 April, 2026 | 3-menit membaca

Sally Kailola
Sally Kailola Head of Creative Communication

Selengkapnya

Cerita ini adalah bagian ketiga dari artikel “Perjalanan Perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam di Segitiga Terumbu Karang”. Cerita bagian pertama dan kedua artikel ini dapat ditemukan di sini dan di sini.

Jam 8.30 WIB, saat Bogor masih basah karena hujan semalam, mama-mama peserta REX telah memenuhi ruangan untuk memulai hari kedua. Pagi ini diawali dengan sesi yang menarik, yang difasilitasi oleh Nanda Riska dari TNC Asia Pasifik dan Noorhaslina dari Malaysia yang berbagi pengalamannya mendukung Desa Peros dalam membangun dan memasarkan ekowisata desanya. Sesi ini  mengeksplorasi berbagai peluang dalam ekowisata, seperti desa wisata serta produk seni dan kerajinan lokal.

Baca juga: Sinergi Menjaga Keanekaragaman Hayati Wehea-Kelay

Sesi ini juga membahas kondisi pendukung yang memungkinkan inisiatif-inisiatif tersebut berhasil, termasuk strategi pemasaran untuk mempromosikan desa wisata dan produk lokal secara efektif, serta penerapan praktik yang ramah lingkungan. Desa Peros  sebagai contoh untuk menunjukkan bagaimana masyarakat bisa meningkatkan pariwisata. Mereka melakukannya melalui promosi kreatif, cerita lokal, komunikasi digital, dan materi yang menarik pengunjung. Mama-mama sangat tertarik mendengar cerita desa wisata ini.  Mereka mengakui bahwa ide-ide yang dibagikan ke mereka, dapat juga dilakukan nantinya di desa mereka masing-masing.

Membuat jamu merupakan salah satu kegiatan mama-mama saat REX
Membuat jamu merupakan salah satu kegiatan mama-mama saat REX
Keterangan Foto Belajar membuat jamu bersama Djamoe Workshop. © YKAN

Peserta semakin semangat saat mengetahui bahwa sesi berikutnya adalah belajar membuat jamu tradisional ala Indonesia, minuman herbal untuk meningkatkan ketahanan tubuh yang bahan-bahan dasarnya dapat ditemukan di negara-negara Segitiga Terumbu Karang. Sesi ini difasilitasi dengan gaya yang menarik oleh Djamoe Workshop, yang merupakan bagian dari merek jamu Nyonya Meneer-bisnis yang dikelola perempuan- dan yang terkenal di Indonesia. Peserta tidak saja diajarkan bagaimana membuat jamu, tetapi juga untuk merangkul alam dan keindahannya, untuk menghormati, menghargai, dan melestarikan Ibu Pertiwi dan kekayaan lingkungan. Lebih tepatnya, diajak untuk hidup harmonis dengan semua makhluk hidup.

Sesi safe guards di REX
Keterangan Foto Emira Fajarini dari YKAN memperkenalkan Mekanisme Umpan Balik dan Penanganan Keluhan. © YKAN

Setelah santap siang, sesi berikutnya adalah terkait pengaduan atau keluhan yang diajukan oleh masyarakat terhadap program konservasi yang dilaksanakan. Sesi ini menciptakan ruang yang aman dan partisipatif bagi mama-mama sebagai para pemimpin perempuan untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam menyampaikan kekhawatiran, berbagi umpan balik, dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam konservasi.

Melalui bercerita dan bermain peran, mereka mengeksplorasi bagaimana keluhan muncul dalam situasi kehidupan nyata, apa yang membuat sulit untuk berbicara, dan apa yang membantu mereka merasa aman, dihormati, dan didengar. Sesi ini juga akan memperkenalkan Mekanisme Umpan Balik dan Penanganan Keluhan sebagai alat praktis, tidak hanya untuk menyelesaikan keluhan, tetapi untuk memperkuat kepercayaan, transparansi, dan partisipasi yang bermakna.

Pertukaran budaya perempuan segitiga terumbu karang
Pertukaran budaya perempuan segitiga terumbu karang
Keterangan Foto Acara pertukaran budaya dan seni di hari kedua Regional Learning Exchange (REX). © YKAN

Hari ini ditutup dengan acara pertunjukan budaya dan seni yang dilakukan pada malam hari. Melihat mama-mama menari dan menyanyi menggunakan kostum tradisional mereka, memberikan nuansa lain dalam acara ini. Secercah kebahagiaan diselimuti  kebanggaan terlintas dalam hati, saat mereka dengan semangat menunjukkan dan berbagi budaya dan nilai-nilai yang mereka hormati. 

Seru ya? Bagaimana dengan hari terakhirnya? Yuk lanjutkan membaca cerita mereka di sini.

Sally Kailola

Head of Creative Communication

Tentang Sally Kailola