Di tengah bentang alam hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Hulu Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, penghidupan alternatif yang berkelanjutan harus terus dikembangkan agar hutan yang menjadi menjadi sumber penting bagi masyarakat bisa terus terjaga. Salah satunya melalui penjajakan budidaya tanaman minyak atsiri, khususnya nilam dan sereh wangi.
Baca juga: Meneliti Ketahanan Karang Raja Ampat di Tengah Krisis Iklim
Pada Juli 2026, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama perwakilan PT Haldin Pacific Semesta mengunjungi Kampung Long Keluh dan Kampung Long Pelay untuk melihat kondisi lahan serta berdiskusi dengan masyarakat mengenai peluang pengembangan tanaman atsiri.
Pengenalan dan sosialisasi manfaat budidaya tanaman atsiri di Hulu Kelay.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses yang dimulai pada Februari 2026. Saat itu, YKAN mengajak perwakilan masyarakat dari Kampung Long Keluh dan Long Pelay mengunjungi fasilitas PT Haldin Pacific Semesta di Sentul, Bogor. Masyarakat mendapat kesempatan mengenal budidaya sekaligus melihat bagaimana tanaman atsiri dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Nilam dan sereh wangi memiliki peluang pemanfaatan yang luas. Minyak nilam banyak digunakan dalam industri parfum dan kosmetik, sementara minyak sereh wangi dimanfaatkan untuk berbagai produk wewangian, kosmetik, sabun, hingga aromaterapi. Potensi tersebut membuka peluang agar hasil dari lahan masyarakat tidak berhenti pada komoditas mentah, tetapi dapat terhubung dengan proses pengolahan dan pasar yang memberikan nilai tambah.
Untuk masyarakat Hulu Kelay, hutan merupakan bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan. Karena itu, upaya konservasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Pengembangan tanaman atsiri menjadi salah satu pilihan yang dijajaki untuk membangun hubungan tersebut.
Dengan memanfaatkan lahan yang telah tersedia dan sesuai, masyarakat dapat mengembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan tanpa harus membuka kawasan hutan baru. Semakin beragam pilihan penghidupan yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat mengurangi ketergantungan pada aktivitas yang dapat memberikan tekanan terhadap hutan.
Di sisi lain, komoditas bernilai ekonomi dapat mendorong masyarakat untuk mengelola lahan secara lebih produktif sekaligus mempertahankan hutan sebagai aset jangka panjang. Dengan demikian, Manfaat dari konservasi bisa didapatkan sekaligus tanpa meninggalkan manfaat ekonomi yang penting untuk masyarakat.
Dalam proses ini, masyarakat menjadi bagian penting untuk menentukan apakah nilam dan sereh wangi sesuai dengan kondisi lahan, kebutuhan, serta kemampuan pengelolaan di kampung. Keterlibatan PT Haldin Pacific Semesta juga membuka perspektif mengenai pengolahan dan kebutuhan pasar, sehingga pengembangan komoditas dapat dipertimbangkan sejak dari tingkat produksi hingga peluang nilai tambah.
Penjajakan ini masih menjadi bagian dari proses untuk melihat kesesuaian lahan, teknik budidaya, ketersediaan bibit, pengolahan hasil, hingga akses pasar. Pendampingan dan kajian yang tepat diperlukan agar pengembangan tanaman atsiri benar-benar memberikan manfaat bagi Masyarakat.
Jika dapat dikembangkan secara berkelanjutan, tanaman atsiri bukan hanya berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Hulu Kelay. Lebih jauh, komoditas ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun penghidupan yang sejalan dengan konservasi dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan nilai ekonomi, sementara hutan tetap dipertahankan sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Manfaat dari konservasi bisa didapatkan sekaligus tanpa meninggalkan manfaat ekonomi yang penting untuk masyarakat.