Perjalanan Perempuan Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Segitiga Terumbu Karang
Bagian 2 | Perjalanan Perempuan Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Segitiga Terumbu Karang
Oleh Sally Kailola, Head of Creative Communication | 29 April, 2026 | 3-menit membaca
Cerita ini adalah bagian kedua dari artikel “Perjalanan Perempuan Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam di Segitiga Terumbu Karang”. Cerita bagian pertama artikel ini dapat ditemukan di sini.
Wajah-wajah gembira para perempuan yang mewakili 4 negara di wilayah Segitiga Terumbu Karang dunia menyambut hari pertama kegiatan Regional Learning Exchange (REX) yang dilaksanakan pada tanggal 15 April 2026, di Bogor. Alice Birnbaum, perwakilan dari pemerintah Kanada dalam sambutannya, menceritakan pengalaman karirnya yang menginspirasi kami di pagi itu. Mama-mama (begitu para pemimpin kelompok masyarakat ini dipanggil), nampak bersemangat mendengar dan menyimak cerita insipiratif Alice. Awal yang baik untuk memulai perjalanan 3 hari bersama.
Selanjutnya, rekan-rekan dari TNC Asia Pasifik berbagi informasi dan mengajak diskusi terkait pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam. Dalam kesempatan ini, mama-mama diberikan kesempatan untuk menceritakan bagaimana perempuan dalam kehidupannya sehari-hari di desa, dan apa saja kegiatan mereka yang terkait langsung dengan sumber daya alam di lokasi masing-masing. Cerita-cerita mulai mengalir. Bagi yang tinggal di perkotaan seperti saya, yang hadir saat itu, mendengar cerita mereka dengan terkagum-kagum. Ternyata, kebutuhan hidup seperti sumber makanan, perabotan, perumahan, air bersih dan kelengkapan kehidupan lainnya dapat ditemukan dan diambil langsung dari alam dan lingkungan sekitar mereka. Beda ya dengan kita yang tinggal di kota?
Setelah mengenal aset alam mereka, mama-mama kemudian diminta untuk menggambarkan kehidupan mereka saat ini di desa, dan apa yang ingin mereka lihat di masa depan termasuk peran anak laki-laki dan para lelaki.
Menarik sekali saat melihat bahwa cerita mereka menggambarkan adanya harapan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Pemahaman bahwa sumber daya alam perlu dikelola dan dimanfaatkan secara bijak oleh semua unsur masyarakat, bagi mereka merupakan hal yang penting demi kehidupan yang berkelanjutan.
Kemudian saat siang hari, sesi terkait akses keuangan membuka ruang diskusi untuk menambah pengetahuan tentang cara-cara mengelola keuangan, baik secara individu, kelompok maupun komunitas. Sesi-sesi ini menguatkan pemahaman bahwa, perempuan dapat juga memainkan peranan dalam menghadapi krisis yang dihadapi, saat sumber daya semakin menurun akibat perubahan iklim, yang berdampak langsung bagi penghidupan dan kehidupan mereka. Oyunchimeg Togoodorj atau yang disapa Oyuna, yang adalah Rural Development and Sustainable Finance Officer dari TNC Mongolia berbagi cerita tentang bagaimana pengalamannya dalam mendukung kelompok masyarakat membuat asosiasi/badan simpan pinjam desa (Village Savings and Loan Association/VSLA). Pengalaman beliau mendampingi pembentukan badan simpan pinjam desa ini menjadi diskusi yang menarik dengan tanya jawab dengan mama-mama yang ingin tahu lebih banyak terkait hal tersebut.
Luar biasa ya? Tetapi ini baru hari pertama. Ayo lanjut dengan cerita mereka di hari kedua pertemuan REX di sini.