Mengenal Beruang Madu dan Fakta Menarik Hewan ini yang Terekam di Bentang Alam Wehea Kelay
Beruang madu, atau yang dikenal secara internasional sebagai Malayan sun bear, memiliki nama ilmiah Helarctos malayanus dan merupakan spesies beruang terkecil di dunia. Nama “beruang madu” di Indonesia berasal dari kebiasaan uniknya yang sangat menyukai madu, serta kemampuannya menjilat sarang lebah menggunakan lidahnya yang panjang dan elastis.
Baca juga: Dapur Keluarga: Garis Depan Adaptasi Iklim
Sementara itu, sebutan “sun bear” merujuk pada tanda berwarna kuning keemasan di dada mereka yang menyerupai matahari. Di bentang Alam Wehea Kelay beruang madu memiliki tingkat perjupaan yang cukup tinggi, terbukti dengan penampakannya yang sering tertangkap kamera jebak yang dipasang oleh tim YKAN.
Beruang madu dikenal sebagai hewan soliter dengan pola hidup yang cenderung nokturnal, meskipun kadang juga aktif di siang hari tergantung kondisi lingkungan. Mereka memiliki cakar yang kuat dan melengkung, sangat berguna untuk memanjat pohon dan membongkar kayu lapuk demi mencari serangga seperti rayap dan semut—makanan favorit selain buah dan madu. Salah satu fakta menariknya, beruang madu memiliki lidah yang bisa mencapai panjang sekitar 20–25 cm, menjadikannya alat sempurna untuk menjangkau makanan di celah sempit. Meski bertubuh kecil dibandingkan kerabat beruang lainnya, mereka dikenal cukup tangguh dan memiliki gigitan yang kuat, menjadikannya salah satu predator oportunistik yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Satu hal lain, bahwa Beruang Madu memiliki indra penciuam yang sangat kuat, sementara cukup lemah pada indra penglihatan. Jadi, beruang tidak pernah benar-benar jelas melihat mangsanya, melainkan menandainya secara persisi dari bau yang ditimbulkan.