Habitat Penyu di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya
Oleh Sally Kailola, Head of Creative Communication | 15 Juni, 2026 | 3 menit membaca
Tahukah kamu, di bentang pesisir dan laut Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Berau, terbentang sebuah kawasan yang bukan hanya indah, tetapi juga memiliki peran penting bagi dunia. Wilayah ini merupakan bagian dari Bentang Alam Sulu Sulawesi, rumah bagi keanekaragaman hayati laut yang luar biasa, sekaligus penjaga masa depan Segitiga Karang dunia.
Baca juga: Arak-Arakan Kalpataru Ramaikan Kota Tanjung Selor
Kisah kawasan ini dimulai dari keputusan besar untuk melindunginya. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 87 Tahun 2016, Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) resmi ditetapkan, membentang seluas lebih dari 285 ribu hektare. Perairan ini bukan hanya kaya, tetapi juga penuh kehidupan yang saling terhubung.
Di sinilah penyu hijau (Chelonia mydas) menemukan salah satu habitat terbesarnya di Indonesia, kembali dari perjalanan panjangnya melintasi samudra untuk bertelur dan melanjutkan siklus hidupnya. Hasil survei yang dilakukan di kawasan KKP3K KDPS mengungkapkan sebuah cerita yang terus berulang di sepanjang garis pantai. Beberapa pantai di kawasan ini menjadi tempat favorit penyu untuk kembali mendarat dan bertelur sepanjang tahun, terutama pada periode puncak antara bulan Juni hingga Agustus.
Namun, kisah penyu di perairan ini tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa dekade terakhir, perjalanan panjang mereka semakin dipenuhi tantangan. Nah, ingin tahu bagaimana upaya perlindungan habitat penyu yang dilakukan bersama masyarakat? Simak di cerita selanjutnya di sini.