Manggala Agni
Keterangan Foto Pengecekan alat pemadam kebakaran oleh tim Manggala Agni © YKAN

Perspektif

Patroli Masyarakat Peduli Api Perkuat Upaya Pencegahan Kebakaran di Empat Desa di Lahan Gambut Kalimantan Barat

Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, tim Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama Manggala Agni (organisasi tingkat nasional yang bertugas di bidang pengendalian karhutla di bawah Kementerian Kehutanan) kembali melaksanakan patroli terpadu di empat desa dampingan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Kalimantan Barat sepanjang Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran, khususnya di wilayah ekosistem gambut yang telah mengalami degradasi.

Baca juga: Menggandeng Masyarakat: Membangun Kapasitas Mendukung Perlindungan Penyu

Patroli dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut di setiap desa, yakni di Desa Semparong Parit Raden pada 10–12 Juli, Desa Malikian pada 13–15 Juli, Desa Lingga pada 15–17 Juli, dan Desa Sengkubang pada 17–19 Juli. Keempat desa tersebut merupakan wilayah dampingan YKAN yang diprioritaskan karena memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi akibat kondisi lahan gambut yang telah terdegradasi.

Area bekas kebakaran
Keterangan Foto Area bekas kebakaran Karhutla di Kalimantan Barat © YKAN

Dalam setiap pelaksanaan patroli, tim terdiri atas tiga anggota MPA dan dua personel Manggala Agni yang bekerja sama melakukan pemantauan lapangan. Khusus di Desa Lingga, kegiatan juga melibatkan perwakilan Babinkamtibmas Desa Lingga sebagai bentuk sinergi lintas pihak dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran. Sementara itu, YKAN berperan memantau pelaksanaan kegiatan serta mendukung kebutuhan logistik selama patroli berlangsung.

Patroli tidak hanya berfokus pada pemantauan kondisi lapangan, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan pencegahan. Tim melakukan pemeriksaan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran, mengecek kesiapan peralatan pemadaman milik kelompok MPA, memasang spanduk berisi pesan-pesan pencegahan kebakaran, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lahan agar tidak terbakar.

Pemantauan di lapangan dilakukan sesuai arahan dan standar operasional prosedur (SOP) dari Kementerian Kehutanan. Sebelum patroli dimulai, kelompok MPA terlebih dahulu mengajukan surat pendampingan kepada Balai Pengendalian Kebakaran Hutan yang menjadi kantor Manggala Agni setempat. Selama patroli, tim memeriksa berbagai indikator kerawanan kebakaran, seperti tingkat kekeringan seresah dan kondisi vegetasi di lokasi yang dipantau. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menilai potensi munculnya titik api sejak dini.

Pengecekan kelembaban gambut
Keterangan Foto Seorang petugas sedang menggunakan alat ukur untuk memeriksa tingkat kelembaban area gambut. © YKAN
Manggala Agni
Keterangan Foto Kegiatan pemasangan banner imbauan untuk membuka lahan tanpa bakar dilakukan oleh tim Manggala Agni sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. © YKAN

Selain pemantauan, kegiatan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari patroli. Tim MPA bersama Manggala Agni menyampaikan materi sosialisasi yang telah disusun oleh Kementerian Kehutanan mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Melalui pendekatan langsung kepada warga, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran dapat terus meningkat.

Seluruh hasil kegiatan patroli didokumentasikan setiap hari menggunakan format pelaporan resmi dari Kementerian Kehutanan. Laporan tersebut kemudian dikirimkan melalui grup WhatsApp patroli sebelum diteruskan oleh staf Manggala Agni ke grup pelaporan Kementerian Kehutanan sebagai bagian dari pembaruan rutin pelaksanaan patroli nasional.

Keterangan Foto Manggala Agni sedang melakukan pengecekan alat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi kebakaran. © YKAN

Apabila selama patroli ditemukan indikasi kebakaran atau titik api, MPA dan Manggala Agni akan segera berkoordinasi untuk melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan yang dimiliki kelompok MPA. Jika kondisi kebakaran memerlukan dukungan tambahan, peralatan dan sumber daya milik Manggala Agni akan dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Kolaborasi antara MPA, Manggala Agni, pemerintah desa, Babinsa, dan YKAN menunjukkan bahwa pencegahan karhutla memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Melalui patroli rutin, pemantauan kondisi lapangan, edukasi kepada masyarakat, serta sistem pelaporan yang terintegrasi, upaya pencegahan kebakaran di wilayah gambut diharapkan semakin efektif sehingga dapat meminimalkan risiko bencana kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang.