Kebersamaan para mama segitiga terumbu karang.
Keterangan Foto Keakraban yang terjalin diantara mama-mama selama REX berlangsung. © YKAN

Perspektif

Perjalanan Perempuan Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Segitiga Terumbu Karang

Bagian 4 | Komitmen Untuk Ke Depan: Perempuan Dari Segitiga Terumbu Karang

Oleh Sally Kailola, Head of Creative Communication | 29 April, 2026 | 3-menit membaca

Sally Kailola
Sally Kailola Head of Creative Communication

Selengkapnya

Cerita ini adalah bagian terakhir dari artikel “Perjalanan Perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam di Segitiga Terumbu Karang”. Cerita bagian pertama, kedua dan ketiga dari artikel ini dapat ditemukan di sini, di sini dan di sini.

Setelah melewati malam budaya yang seru, pagi ini semua peserta hadir dengan perasaan yang bercampur aduk. Hal ini dikarenakan keakraban yang terjalin selama dua hari yang lalu, sebentar lagi akan berakhir dengan perpisahan. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk menyimak topik pagi hari, yang difasilitasi oleh pembicara dari WWF Filipina dan perwakilan dari organisasi yang bernama Women Organizing for Change in Agriculture and Natural Resource Management (WOCAN) , yang berbagi pembelajaran dari hasil analisa gender terbaru yang dilakukan di masing-masing negara sebagai bagian dari proyek ini. Sesi pagi ini menguatkan kembali arti penting peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana konsep kesetaraan gender dalam program konservasi dapat diwujudkan. 

Baca juga: B.A.S.I.C Program – Pemuda dalam Konservasi Alam

Mama-mama sudah semakin leluasa dan percaya diri dalam bertanya, memberikan pendapat maupun bertukar pengalaman.  Suatu dinamika positif yang baik dalam proses membentuk jejaring pembelajaran diantara mereka. Rasa canggung berangsur hilang, dan diganti dengan senyuman dan rasa percaya diri. Senang melihat keakraban yang terjalin.

Kebahagian dalam kebersamaan
Kebahagian dalam kebersamaan
Keterangan Foto Keakraban yang terjalin diantara mama-mama selama REX berlangsung. © YKAN

Sebelum mereka mengunjungi Kebun Raya Bogor, mama-mama secara bergilir mengemukakan apa saja yang mereka pelajari selama 3 hari ini, dan apa yang akan mereka lakukan saat sudah tiba di desa mereka masing-masing. Komitmen mereka antara lain adalah berbagi cerita dengan kelompok mereka di desa, tentang apa saja yang mereka dapatkan selama 3 hari belajar bersama. Ekowisata, koperasi simpan pinjam dan pengelolaan keuangan yang baik serta kesetaraan gender, dimana peran semua unsur masyarakat baik pria dan wanita menjaga lingkungan merupakan beberapa hal yang ditekankan oleh mereka.

Saat melihat kembali gambar desa dan masa depan yang mereka inginkan, ada informasi dan keterangan baru yang mereka tambahkan. Itu berbuah dari apa yang mereka dapatkan selama perjalanan belajar bersama ini. Peran anak muda menjadi salah satu hal menarik yang diharapkan oleh mereka. Sebagai generasi masa depan, ada harapan bahwa anak muda juga terlibat dalam upaya perlindungan dan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir di wilayah mereka.

Keterangan Foto Kembali lagi ke rencana masa depan yang diinginkan pada hari ketiga REX. © YKAN

Cukup terharu juga saat sesi memberikan kesan dan pesan, ada suara dari mereka yang mengatakan bahwa 3 hari belajar tidaklah cukup lama.  Mereka menginginkan pertemuan belajar yang lebih lama! Menurut kami, ini adalah satu tanda yang bagus. Bagaimana menurutmu?

Saat mama-mama menerima sertifikat mereka—sebagai penanda atas semua yang telah mereka capai selama satu minggu tersebut—pujian yang mereka tulis untuk satu sama lain pada malam sebelumnya dibacakan dengan lantang. Pada momen itu, mereka dapat melihat di dalam diri satu sama lain berbagai kekuatan yang sebelumnya belum tentu mereka sadari dalam diri mereka sendiri. Mendengar kualitas dan kelebihan mereka dipantulkan melalui mata dan kata‑kata orang lain menumbuhkan rasa keterhubungan dan kebersamaan yang mendalam.

Hujan kembali turun membasahi tempat kami berada.  Alam seperti ikut menangis mengantar pulang mama-mama ke negara dan desa mereka masing-masing.  Namun, dengan komitmen yang kuat untuk terus menjalin komunikasi dan mendorong suksesnya program konservasi di wilayah masing-masing, kami semua berpelukan dengan erat dengan perasaan persaudaraan yang baru. Semoga sukses dan sampai jumpa lagi!

Sally Kailola

Head of Creative Communication

Tentang Sally Kailola